|
TNI JUGA MANUSIA
Oleh Munaseh
Kalau boleh tanya, sebenarnya yang harus menjaga keutuhan Negara itu siapa?. Jawabanya ya kita semua, karena Negara itu
milik kita semua bukan milik TNI bukan pula milik politikus apalagi milik tikus. Jadi tidak hanya TNI, siapa saja yang merasa
memiliki negara maka wajib untuk menjaganya.
TNI memang sudah mendapat perintah khusus dari pemerintah untuk menjaga Negara, akan tetapi kita lihat dulu siapa itu
TNI. Padahal kita tahu TNI juga manusia biasa yang mempunyai kekurangan dan kelebihan, punya hak dan kewajiban. TNI tanpa
dukungan masyarakat juga apalah artinya, begitu pula sebaliknya Negara tanpa TNI bagai rumah tanpa pondasi.
Terkait dengan adanya wacana TNI kembali ke politik praktis, boleh saja TNI berpolitik. Karena kita tahu mereka juga termasuk
rakyat Indonesia yang berhak atas segala bentuk kegiatan baik itu sosial ataupun politik, dalam hal ini negara tidak boleh
membatasinya. Dengan kembalinya TNI ke dunia politik akan membuka kran perpolitikan yang tidak terbatas pada golongan tertentu
saja, toh Indonesia menganut demokrasi.
Di Negara demokrasi seperti Indonesia sekarang ini, jika ingin mewujudkan demokrasi yang benar-benar demokrasi, maka
negara membebaskan kepada rakyatnya untuk menyuarakan aspirasinya. Negara tidak berhak untuk membatasi ruang gerak rakyatnya.berikanlah
mereka kebebasan, biarkan mereka menghirup angin segar.
Tetapi jika Indonesia tidak memberi kebebasan kepada rakyatnya maka yang terjadi adalah demokrasi yang setengah-setengah.
Dalam artiyan demokrasi yang hanya ada pada elit politik saja, sedangkan implementasinya ke masyarakat adalah nonsent. Itu
tidak ada artinya,karena pada dasarnya demokrasi itu dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Tetapi yang perlu di ingat bahwa dengan kembalinya TNI ke dunia perpolitikan, mempunyai nilai positif dan negatif. Nilai
positifnya yaitu aspirasi mereka akan tersalurkan, sama seperti rakyat yang lain. Sedangkan nilai negatifnya, jiwa patriotic
mereka akan tercabik-cabik oleh kepentingan-kepentingan politik. Sedangkan kita tahu bahwa tujuan politik adalah memperoleh
kekuasaan dan jabatan serta kekuasaan sementara di pemerintahan.sedangkan mempertahankan keutuhan Negara merupakan sebuah
keharusan.
Juga harus di bedakan antara TNI sebagai alat keutuhan Negara dengan TNI sebagai alat pembentuk negara. Jika TNI sebagai
alat pembentuk Negara ini berarti bahwa TNI ikut andil dalam menentukan Negara, maka yang terjadi adalah Negara militer seperti
pada masanya Soeharto(orde baru). Tetapi jika TNI sebagai alat untuk menjaga ketahanan Negara maka yang terjadi adalah negara
akan terjaga keutuhanya.
Mungkin kita masih trauma dengan pemerintahan militer seperti yang terjadi pada masa orde baru. Yang telah membuat kenangan
pahit bagi rakyat Indonesia terutama pada daerah-daerah tertentu yang pernah menjadi korban kekerasan militer pada saat itu,
tapi itu dulu.
Maka idealnya TNI tidak terjun langsung kedunia politik praktis, akan lebih baik lagi jika TNI berkonsentrasi pada keutuhan
Negara. Dalam artiyan mereka lebih fokus pada keprofesionalisme. Karena dengan begitu jiwa ke-TNI-an akan tetap focus pada
keutuhan Negara bukan kepada kepentingan partai politik.
Akan tetapi bukan berarti bahwa TNI tidak boleh berpolitik, anggota TNI boleh saja manjadi anggota parpol. Tapi perlu
di ingat bahwa keutuhan negara harus di nomor satukan diatas kepentingan parpol dan kepentingan yang lainya. Itu artinya bahwa
jiwa patriotic ke-TNI-an jangan sampai luntur kalah dengan kepentingan-kepentingan politik praktis.
Saya kira lebih baik kita menjaga amanat dari pada mencari amanat. Itu artinya bahwa sebenarnya TNI itukan sudah di beri
amanat untuk menjaga keutuhan Negara, jadi sebaiknya tidak usah mencari amanat yang baru. Malahan kalau suadah mendapatkan
amanat yang baru akan merepotkan kinerja Tni itu sendiri.
Biarlah kita terfokuskan pada bidangnya masing-masing, dalam artiyan tni focus pada tugasnya,pejabat focus pada jabatanya.
Yang penting kita saling bahu-membahu membangun Negara Indonesia.
sory website ini belum sepenuhnya semprna, masih perlu banyak perbaikan. harap maklum masih pemula.
|